SHARING KURIKULUM PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNPATTI & UNIVERSTAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mempererat kerjasama akademik, Program Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana Unpatti secara resmi melakukan diskusi pertukaran pengalaman terkait penyusunan serta pengembangan kurikulum bersama perwakilan dari Universitas Negeri Islam Sunan Ampel (UNESA) Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan sebaga respons terhadap dinamika perkembangan ilmu hukum di tingkat global maupun nasional, sekaligus mengantisipasi perubahan kebutuhan akan kompetensi lulusan Program Doktor yang semakin kompleks. Dengan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE), kedua instansi berupaya memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi dan tuntutan masyrakat luas.
Selama sesi diskusi, para pemangku kepentingan dari keuda universitas membahas berbagai aspek penting dalam pembangunan kurikulum, termasuk struktur mata kuliah, bobot kredit, metode pembelajaran, sistem evaluasi, hingga integrasi niali-nilai dan etika profesi ke dalam proses pendidikan. Selain itu, keduanya juga bertukar pandangan mengenai bagaimana menyiapkan calon Doktor Ilmu Hukum agar mampu menghasilkan disertasi berkualitas tinggi yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik hukum di Indonesia serta jejaring kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kolaborasi seperti ini sangat penting bagi kami karena memberikan ruang belajar bersama antar-institusi, ujar salah satu dosen Unpatti. “Dari sini kita bisa saling melengkapi kekurangan dan mengadopsi hal-hal terbaik dari mitra lainnya. Di sisi lain, pihak UNESA menyambut baik adanya kesempatan untuk berdialog lebih lanjut dengan Unpatti. Mereka berharap sinergi ini dapat menjadi awal dari bentuk kerjasama jangka panjang, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen antar kedua institusi.
Sebagai penutup, acara ditutup dengan kesepakatan melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) antar kedua instansi kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Diharapkan hasil dari kerjasama tersebut akan membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah Indonesia bagian timur dan barat.


